Tampilkan postingan dengan label Pengantar Animasi 3D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Animasi 3D. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Kumpulan Situs Animasi 3D

Bagi kalian yang ingin belajar animasi 3D, dan butuh refrensi sebagai panudan, saya akan berbagi kumpulan situs Animasi 3D yang bisa kalian manfaatkan untuk memulai beljar animasi 3D. Sumber informasi dan literatur utama dan terbesar untuk mempelajari animasi 3D adalah internet. Perkembangan teknologi internet yang semakin canggih saat ini telah menyediakan beragam informasi dan berbagai hal yang kalian butuhkan dalam pembuatan animasi. Internet adalah solusi yang sangat murah dengan hasil yang sangat maksimal. Berikut ini link situs yang dapat kalian jelajahi:
- Link situs terkait informasi perkembangan animasi 3D
Berbahasa indonesia: www.indocg.com, www.veegraph.com, www.dreamarchanimation.com, dan www.sekolahanimasi.com.
Berbahasa Inggris: www.3danimation.com, www.3dcafe.com, www.cgsociety.org, www.3dkingdom.org,
Judul: Kumpulan Situs Animasi 3D

READ MORE - Kumpulan Situs Animasi 3D

Rabu, 26 September 2012

Software untuk Animasi 3D

Software untuk Animasi 3D saat ini sangat banyak yang bisa anda jumpai di pasar. Ada yang berbayar, ada juga yang gratis. Setiap software memiliki kelebihan maupun kekurangan masing-masing dan semuanya bergantung kepada anda untuk memilih software apa yang sesuai dengan karakter dan kecocokan anda sebagai sang kreator dan eksekutornya. Anda cukup menguasai satu software saja atau beberapa juga lebih baik, hal ini bergantung kepada keinginan dan kebutuhan anda.
Software Animasi 3D Berbayar
Software-software animasi 3D yang berbayar cukup banyak, dan yang paling terkenal adalah 3ds Max & Maya, selain itu ada juga Softimage 3D, Vray, LightWave3D, ZBrush, CINEMA4D, Bryce, Poser dan masih banyak lagi yang lain.
Software Animasi 3D Gratis
Sedangkan untuk software animasi 3D yang gratis yaitu Blander 3D, 3D sunxi, 3D Canvas, AC3D, Anim8or, dan lain-lain.
Tentukan pilihan anda, apakah anda akan menggunakan software-software animasi 3D yang berbayar, ataukah anda akan memanfaatkan animasi 3D yang gratis.
READ MORE - Software untuk Animasi 3D

Spesifikasi Komputer untuk Animasi 3D

Spesifikasi komputer untuk Animasi 3D harus kalian perhatikan sebelum memluai melangkah untuk membuat sebuah animasi 3D, jangan sampai komputer kalian tidak kuat untuk melakukan proses pembuatan animasi 3D. Saat ini tidak tibutuhkan lagi spesifikasi komputer (personal computer) yang terlalu tinggi dalam pembuatan animasi 3D. Hal ini adalah sebuah efek dari semakin majunya perkembangan dunia hardware komputer. Meskipun begitu, ada baiknya bila anda mempunyai kemampuan dana yang memadai dan anda disarankan untuk membeli komputer dengan spesifikasi yang cukup tinggi sehingga akan mempermudah dan memberikan kenyamanan pada kerja anda. Jika anda mempunyai spesifikasi komputer yang agak terbatas, sebaiknya anda tidak menggunakan software animasi 3D dengan versi terbaru. Hal ini karena software animasi 3D versi terbaru pasti membutuhkan spesifikasi komponen harware komputer yang tinggi sebagai akibat penambahan fitur maupun fasilitas dari software tersebut. 
Spesifikasi Komputer untuk Animasi 3D
1. Prosesor
Agar komputer anda tidak terlalu berat saat membaca grafis-grafis 3D, sebaiknya anda menggunakan prosesor multicore untuk mempercepat kinerja dan performa komputer. Idealnya, anda dapat menggunakan komputer dengan prosesor Core 2 Duo atau prosesor lainnya yang sekelas dengan kecepatan 3 Ghz ke atas itupun kalau anda mempunyai kelebihan dana.
2. Memori (RAM)
Memori memiliki peran untuk memuluskan kinerja pembacaan tampilan grafis 3D pada komputer. Anda disarankan untuk menggunakan memori komputer berdaya tingg, misalnya 1 GB RAM DDR 2.
3. Hardisk
File ataupun software animasi secara umum berukuran cukup besar sehingga dibutuhkan kapasitas hardisk dengan daya tampung yang cukup besar juga. Anda sebaiknya menggunakan hardisk berkapasitas minimal 80 Gb, akan tetapi jika anda punya dana lebih baik anda gunakan hardisk dengan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi. 
4. Monitor
Monitor layar lebar akan mempermudah pembuatan animasi 3D. Dengan layar yang cukup besar, mata anda akan dibuat nyaman dan tidak cepat lelah ketika bekerja dan memandangi grafis 3D. Setidaknya, ukuran layar monitor anda adalah 17 inci. Akan lebih baik lagi jika berukuran 21 inci, 23 inci, atau bahkan 30 inci.
5. VGA Card
VGA card (Video Graphics Array) merupakan perangkat dasar untuk menampilkan gambar khususnya pada monitor. Semakin tinggi kualitas dan harga dari VGA Card, maka semakin bagus kualitas gambar yang ditampilkan. Kemampuan komponen ini sangat berperan besar pada proses pembuatan modeling, texturing, animation, dan rendering.
6. DVD Writer
Sebaiknya anda memiliki DVD writer karena animasi 3D anda biasanya harus dipindahkan ke DVD (burning) untuk diserahkan kepada pelanggan.
7. UPS
UPS adalah pelindung listrik yang cukup baik yang dapat melindungi data file dan hasil kerja anda bila listrik tiba-tiba mati atau jika tegangan listrik sedang tidak stabil.
8. Mouse, Keyboar, dan Speaker 
Untuk mouse, keyboard dan speaker, anda bisa menggunakan yang standar, tidak perlu mahal karena efeknya juga tidak terlalu besar. Paling dampaknya kalau anda memakai yang lebih murah maka mouse keyboard maupun speaker anda tidak setahan lama dengan yang harganya lebih mahal.
Jika anda sudah menentukan spesifikasi komputer untuk animasi 3D, sebaiknya anda tentukan software  animasi 3D yang anda akan gunakan untuk pembuatan animasi 3D. untuk memudahkan anda mencari software animasi 3D saya menyediakan artikel-artikelnya silahkan dicari di blog saya.
READ MORE - Spesifikasi Komputer untuk Animasi 3D

Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Akhir

Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Akhir ini merupakan tahap penyempurna dari tahapan-tahapan sebelumnya yang sudah saya jelaskan pada artikel saya yang lain. jika kalian belum baca silahkan baca artikel proses pembuatan animasi 3D tahap awal dan proses pembuatan animasi 3D tahap kedua. artikel ini merupakan tahap ketiga atau tahap akhir dari proses pembuatan animasi 3D. Tahap akhir dari suatu produksi animasi 3D ini meliputi:
1. Editing Animation and Voice
Ini adalah proses pengeditan pada hasil animasi yang telah dibuat dan juga pengeditan pada suara. Dalam proses ini, klip animasi atau suara yang tidak diperlukan akan dibuang.
2. Compositing and Visual Effect
Ini adalah proses compositing pada elemen-elemen animasi serta pembuatan visual effect yang dibutuhkan, misalnya pembuatan judul atau bumper/flying logo, atau penambahan efek-efek visual yang memperindah tampilan animasi, seperti pemberian efek cahaya, sinar, ledakan, dan lain-lain.
3. Adding Sound and Audio/Folley
Ini adalah tahap proses pemberian audio sebagai pendukung visual animasi. Proses ini biasanya dilakukan di dalam sebuah ruangan dengan berbagai peralatan yang menghasilkan bunyi-bunyian sesuai dengan adegan yang dibutuhkan dalam animasi.
4. Preview  & Final
Ini adalah tahap penyatuan keseluruhan animasi, audio, dan compositing yang telah dibuat.
5. Burn to Tape 
Ini adalah proses pemindahan hasil animasi ke media pita untuk diputar di bioskop atau stasiun TV. Media penyimpanan lain yang juga banyak digunakan saat ini adalah media penyimpanan digital, yaitu CD atau DVD.
READ MORE - Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Akhir

Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Kedua

Proses Pembuatan Animasi 3D tahap Kedua adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang proses pembuatan animasi 3D tahap awal (pre-produksi). Sebagaimana kita telah ketahui proses pembuatan animasi dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap Awal atau sebelum produksi (pre-production), Tahap Kedua yaitu produksi (production), dan tahap Akhir yaitu sesudah produksi (post-prodution).Dalam artikel ini saya akan membahas lebih jauh tahap kedua yaitu tahap produksi. Proses/tahap produksi animasi 3D meliputi:
1. Modeling
Proses ini adalah proses pembuatan model objek dalam bentuk 3D di komputer. Model bisa berupa karakter (makhluk hidup), seperti manusia, hewan, atau tumbuhan; atau berupa benda mati, seperti rumah, mobil, peralatan, dan lain-lain. Model harus dibuat dengan mendetail dan sesuai dengan ukuran dan skala pada sktesa desain/model yang telah ditentukan sebelumnya sehingga objek model akan tampak ideal dan proporsional untuk dilihat.
2. Texturing
Proses ini adalah proses pembuatan dan pemberian warna dan material (texture) pada objek yang telah dimodelkan sebelumnya sehingga akan tampak suatu kesan yang nyata. Pemberian material atau texture pada objek 3D akan mendefinisikan rupa dan jenis bahan dari objek 3D. MAterial atau texture dapat berupa foto atau gambar yang dibuat dengan aplikasi software 3D, seperti 3ds max, Maya, dan lain-lain, atau dengan bantuan software digital imaging, seperti photoshop, photoPaint, atau Gimp.
3. Linghting
Lighting adalah proses pembuatan dan pemberian cahaya pada model sehingga diperoleh kesan visual yang realistis karena terdapat kesan kedalaman ruang dan pembayangan (Shadow) objek. Tanpa adanya lighting, maka objek 3D anda menjadi tidak menarik dan juga tidak realistis.
4. Environment Effect
Proses ini adalah proses pembuatan panorama lingkungan (environment) pada objek model yang akan semakin menambah kesan realistis. Environment mencakup background pemandangan atau langit, lingkungan di sekitar model, seperti jalan, taman, kolam, dan lain-lain. Juga mencakup pembuatanefek-efek 3D yang diperlukan, seperti efek api, air, asap, kabut, dan efek-efek lain. Proses untuk penambahan efek-efek pendukung lain dapat dilakukan dalam tahap compositing pada post-production.
5. Animation
Animation adalah proses pembuatan animasi untuk model. Animasi dapat berupa gerakan, baik itu gerakan objek/model atau gerakan kamera untuk menciptakan animasi walktought, animasi flythrough, dan lain-lain. Anda dapat menentukan arah dimulainya suatu gerakan animasi yang, tentu saja disesuaikan dengan storyboard yang telah dibuat pada tahap pre production. 
6. Rendering
Proses ini adalah proses pengkalkulasian pada model 3D yang telah diberikan texture, lighting, environment effect, dan animation. Dengan demikian, hasil animasi yang didapatkan menjadi tampak sangat nyata dan menarik.

Kesimpulannya bahwa tahapan produksi ini meliputi enam tahapan yaitu modeling, texturing, lighting (pencahayaan), environment effect, animation, dan rendering. selanjutnya kita akan membahas tentang proses pembuatan animasi tahap akhir pada artikel selanjutnya.  

READ MORE - Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Kedua

Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Awal

Secara umum, proses pembuatan animasi 3D memiliki 3 tahap, yaitu Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Awal atau sebelum produksi (pre-production), Tahap Kedua yaitu produksi (production), dan tahap Akhir yaitu sesudah produksi (post-prodution). Berikut ini akan saya paparkan rangkaian proses penciptaan animasi 3D, untuk artikel ini saya akan membahas yang tahap awal dulu yaitu proses sebelum produksi (pre-production).
Tahap Pre-Production adalah proses/tahap awal atau persiapan dalam pembuatan suatu animasi 3D. Tahap ini meliputi.
1. Ide dan Kosep
Proses ini adalah proses pencarian ide dan konsep serta gagasan untuk animasi yang akan dibuat. Ide bisa datang dari berbagai hal, seperti kisah nyata, dongeng, legenda, kisah klasik, fantasi/fiksi, dan lain-lain. Ide harus memiliki keistimewaan, keunggulan, dan keunikan yang khas sehingga menarikuntuk diangkat. Yang terpenting adalah selalu kreatif dalam mencari dan mengolah serta mengembangkan ide tersebut.
2. Skenario/Script
Proses ini adalah proses pembuatan naskah atau alur cerita animasi. Skenario yang menarik akan menentukan keberhasilan dari film animasi yang dibuat. Skenario biasanya berbentuk teks tulisan/ketikan.
3. Sketsa Model Objek atau Karakter
Proses ini adalah proses pembuatan sketsa dasar dari model yang dibuat. Sketsa tersebut akan menjadi dasar panduan bagi modeler untuk membuat model. Akan lebih baik sketsa desain terdiri dari komponen gambar yang lengkap, seperti gambar tampak depan, samping kanan-kiri, belakang, dan perspektif sehingga akan memudahkan modeler untuk membuat animasi 3D-nya. Khusus untuk karakter, sketsa juga dibuat dengan menampilkan berbagai ekspresi wajah, seperti ekspresi gembira, riang, tertawa, sedih, murung, bingung, dan sebagainya.
4. Storyboard
Storyboard adalah bentuk visual/gambar dari skenario yang telah dibuat, berupa kotak-kotak gambar (seperti komik) yang menggambarkan jalan cerita dan adegan-adegan yang hendak dibuat dalam film. Storyboard berfungsi sebagai panduan utama dari proses produksi animasi (storyboard merupakan cetak biru [blue print] film animasi). Oleh karena itu, segala macam informasi yang dibutuhkan harus dibuat dan tercantum dalam Storyboard, seperti angle kamera, tata letak/layout/staging, durasi, timing, dialog, ekspresi, dan informasi lainnya.
5. Take Voice & Music Background
Proses ini adalah proses pengambilan dan perekaman suara untuk mengisi suara karakter animasi. Dalam proses ini juga dibuat ilustrasi musik sebagai background untuk film animasi.

Kesimpulannya bahwa tahapan pre-produksi ini meliputi lima tahapan yaitu ide dan konsep, skenario/script, sketsa model objek atau karakter, storyboard, dan take voice & music background. selanjutnya kita akan membahas tentang proses pembuatan animasi 3D tahap kedua pada artikel selanjutnya.  
READ MORE - Proses Pembuatan Animasi 3D Tahap Awal

Perkembangan Animasi 3D

ivan sutherland
Perkembangan Animasi 3D berawal pada sekitar tahun 1961 ketika seorang mahasiswa dari MIT (Massachussetts Institute of Technology) bernama Ivan Sutherland berhasil membuat sebuah software desain yang disebut sketchpad, mampu menggambar sebuah figure langsung pada layar komputer dengan menggunakan sebuah pen light. Ide inilah yang kemudian dikembangkan oleh para desainder software graphics dalam pembuatan software grafis yang lebih canggih lagi.
Dekade 1970-an, film Futureworld (1976) memanfaatkan animasi 3D yang dikerjakan oleh Edwin Catmull dan Fred Parke, jagoan komputer grafis lulusan University of Utah. Disusul kemudian oleh film Star Wars (1977), yang berlanjut dengan dibuatnya dua sequel Star Wars berikutnya.
Tahun 1980-an, film Tron (1982) dan The Last Starfighter (1984) pun menggunakan teknologi animasi 3D. Tahun 1985, PIXAR mengeluarkan film Young Sherlock Holmes dengan bantuan animasi 3D. Selanjutnya teknologi animasi 3D mengangkat film The Abyss (1989) yang memenangkan Academy Award (Piala Oscar) untuk kategori efek visual terbaik. 
Di tahun 1991, film Terminator 2: Judgement Day menggunakan bantuan animasi 3D. Salah satu adegan yang sangat spektakuler yang masih diingat oleh penontonnya, adalah ketika karakter musuh yang berwujud liquid metal berubah wujud menjadi robot terminator yang utuh. Perkembangan teknologi animasi 3D pun mulai berevolusi. Di masa ini, Lucas Film, perusahaan film milik sutradara kondang Stars Wars, George Lucas, mendirikan devisi 3D Computer Animation dengan nama Industrial Light adn Magic (ILM) yang cukup disegani sebagai sebuah studio animasi yang sangat handal dalam pembuatan berbagai animasi 3D spesial effect/visual effect.
cuplikan film jurasic park yang membuat terpana penonton
Animasi 3D menjadi sangat meledak ketika muncul film Jurasic Park pada tahun 1993 yang disutradarai Steven Spielberg. Film ini benar-benar luar biasa pada masa itu karena mampu menghidupkan kembali dinosaurus yang telah pernah jutaan tahun yang lalu. Dinosaurus hasil rekayasa animasi 3D ini tampil begitu nyata dan bahkan sangat hidup. Adegan dinosaurus mengejar manusia membuat penonton sangat takjub, terpesona hingga terpana saat menyaksikannya.

Fenomena animasi 3D pun merambah hingga ke dunia game. Pada tahun 1998, game berjudul Final Fantasy VIII produksi squaresoft memukau para penggemar game dengan tampilan grafis 3D yang sangat menarik. Tahun 2001, Kesuksesan yang luar biasa dari game-game seri Final Fantasy membuat studio square Pictures memproduksi film animasi 3D berjudul Final Fantasy: Spirits Within. Meski tidak meraih pendapatan box office yang tinggi, film ini telah mampu menampilkan teknologi 3D yang sangat mengagumkan pada masanya. Film ini menampilkan karakter-karakter dan pergerakan 3D yang sangat mirip dan menyerupai karakter dan pergerakan manusia yang sebenarnya (hyperreality).

Perkembangan teknologi animasi 3D yang pesat dan meningkatnya jumlah tenaga kerja serta prospek yang sangat besar dari industri ini mendorong lahirnya studio-studio animasi lainnya seperti Dreamworks studios, Blue Sky Studios, Sony Picture Animation. Hasilnya film-film animasi 3D penuh mulai bermunculan. Disamping itu, film-film yang menggabungkan syuting langsung (live shoot) dengan animasi 3D juga semakin ramai bermunculan. Majunya teknologi animasi 3D yang memungkinkan penyatuan animasi dengan syuting langsung (live shoot) telah membuat industri film semakin berkembang pesat. 
Selain di dunia film dan game, aplikasi animasi eD juga telah meramaikan berbagai bidang aplikasi lainnya seperti bidang arsitektur, interior, otomotif, telekomunikasi, edukasi, broadcasting, advertising, website, dan bidang lainnya.

READ MORE - Perkembangan Animasi 3D

Jenis Animasi 3D

Jenis Animasi 3D dapat dibagi dalam tiga kategori utama, yaitu animasi 3D penuh (full), animasi 3D dan 2D, serta animasi 3D dan live shoot.tapi sebelum kalian mempelajari jenis animasi, ada baiknya kalian mengetahui apa itu animasi 3D, akan tetapi jika kalian sudah tau maka lanjutkan untuk belajar jenis-jenis animasi 3D.
1. Animasi 3D Penuh
Jenis film 3D Penuh
Jenis ini menggunakan animasi objek 3D secara penuh (full). Seluruh tampilan 3D maupun proses pembuatannya menggunakan teknik animasi 3D. Contohnya film animasi Toy Story, Toy Story 2, A Bug's Life, Antz, Shrek 2, Shrek 3, Finding Nemo, Shark Tale, Monster Inc, Ice Age, Ice Age 2, Ice Age 3, The Incredibles, The Cars, The Cars 2, Robots, Chicken Little, Madagascar, Madagascar 2, Over the hedge, Open Season, Open Season 2, The Wild, Happy Feet, Surf Up, Ratatouille, Meet the Robinsons, Teenage Mutant Ninja Turtle (TMNT), Monster House, Horton Hears a Who, Bee Movie, Kungfu Panda, Kungfu Panda 2, Bolt, Wall-E, Final Fantasy: Spirits Within, Final Fantasy VII: Advent Children, Residen Evil: Degeneration, dan lain-lain.


2. Animasi 3D dan 2D
Jenis film 3D dan 2D
Jenis animasi ini merupakan penggabungan antara animasi 3D dengan animasi 2D. Biasanya tokoh atau karakter animasinya berupa animasi 2D dengan latar belakang (background) maupun peralatan, serta propertinya menggunakan animasi 3D. Ini dilakukan untuk mempermudah proses pembuatan animasi karena pembuatan karakter 3D memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dan proses yang lebih mendetail dibandingkan dengan karakter 2D. Contohnya adalah film animasi Titan A.E, Brother Bear, dan lain-lain.








3. Animasi 3D dan Live Shoot
Jenis film 3D dan Live shoot
Jenis animasi ini menggabungkan antara animasi 3D dengan syuting langsung (live shoot). Animasi jenis ini banyak diterapkan pada film-film Hollywood, misalnya film Titanic, Jurasic Park, Star Wars, Stuart Little, Lord of The Ring, Harry Potter, The Matrix, Fantastic Four, Spiderman, Kingkong, Narnia, Garfield, Hulk, Superman, dan lain-lain. Teknologi ini digunakan untuk membuat film dengan adegan yang rumit, yang tidak mungkin, dan bahkan yang mustahil dilakukan dalam kondisi yang sebenarnya (nyata). Dengan teknik ini, biaya produksi juga dapat dihemat dan proses produksi juga tidak memakan waktu yang lama, Dengan demikian, para sineas maupun pencipta film dapat berkreasi setinggi bahkan seliar mungkin untuk membuat film-film yang berkualitas, menarik, dan menjadi box office dunia. 

READ MORE - Jenis Animasi 3D

Apa itu Animasi 3D?

Mungkin anda sering mendengar tentang animasi 3D tapi taukah anda Apa itu Animasi 3D? pada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan apa itu animasi, dan sekarang pembahasannya lebih spesifik yaitu tentang animasi 3D. Animasi 3D adalah animasi yang berwujud 3 dimensi. Meskipun bukan dalam wujud 3D yang sebenarnya, yaitu bukan sebuah objek 3D yang dapat anda sentuh dan rasakan wujud fisiknya, namun dalam wujud 3D dalam layar kaca 2D (media layar TV, Bioskop, komputer, proyektor, dan media sejenisnya). Tidak seperti animasi 2D yang hanya memiliki dimensi panjang (X) dan lebar (Y), animasi 3D selain memiliki kedua dimensi tersebut juga memiliki dimensi kedalaman (Z). 
Animasi 2D bersifat datar (flat), sedangkan animasi 3D memiliki kedalaman (volume) bentuk. Animasi 3D dapat didefinisikan sebagai animasi yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang (point of view). Tahap animasi 3D secara keseluruhan dikerjakan dengan media komputer, mulai dari tahap modeling, texturing, lighting sampai rendering.
Keunggulan utama dari animasi 3D adalah visualisasi objek yang tampak lebih nyata dan mendekati bentuk aslinya. Keunggulan lain adalah kemampuannya untuk membuat dan mewujudkan visualisasi adegan yang sulit, yang tidak mungkin, atau bahkan yang tampaknya mustahil.
READ MORE - Apa itu Animasi 3D?

Selasa, 25 September 2012

Jenis Animasi

Secara umum, Jenis Animasi dibagi kedalam tiga kategori, yaitu traditonal animation (2D), stop motion animation, dan computer graphics animation (3D animation). Saya akan mencoba menguraikan ketiganya agar terlihat perbedaan antara animasi 2D, stop motion, dan animasi 3D. Berikut ini penjelasannya.

1. Traditional Animation
Proses pembuatan traditional animation
Animasi tradisional (traditional animation) adalah kategori animasi yang sudah berumur sangat tua. Disebut tradisional karena teknik/model animasi inilah yang digunakan untuk pengembangan awal animasi di media layar kaca (TV) dan layar perak (bioskop). Traditional animation sering disebut cell animation karena teknik pengerjaannya dilakukan pada media kertas celluloid transparent yang secara sekilas terlihat sama dengan kertas transparansi untuk OHP. Celluloid transparent adalah kertas yang tembus pandang sehingga animator dapat dengan mudah membuat gambar yang saling berurutan satu sama lain dan dapat menciptakan animasi yang tampak halus dan mulus pergerakannya.
Animasi tradisional banyak menghasilkan film-film kartun (animasi kartun) untuk televisi maupun bioskop. Beberapa film kartun produksi Disney (Snow white and seven dwarf, cinderella, bambi, beauty and the beast, aladin, the lion king, dan lainnya), produksi Hanna Barbera (The flinstone, tom and jerry, dan lainnya) menggunakan jenis animasi ini.

contoh film dengan traditional animation (TA)

2. Stop Motion Animation
proses pembuatan stop motion animation
Stop Motion Animation adalah animasi yang menggunakan media perekam, misalnya kamera, untuk menangkap pergerakan objek yang digerakkan sedikit demi sedikit. Dalam jenis animasi ini, objek akan diatur untuk memperlihatkan pose tertentu dan kamera akan merekam pose objek tersebut. Proses gerak objek dan rekam pose akan terjadi berulang kali. Hasilnya, ketika kamera memutar pose-pose objek secara cepat, terciptalah ilusi pergerakan animasi.
Animasi ini sering disebut juga dengan Claymation karena, dalam perkembangannya, jenis animasi ini umumnya menggunakan media atau bahan berupa tanah liat (clay) sebagai objek animasinya. Clay tersebut digunakan untuk membuat objek animasi berupa boneka, patung, dan sebagainya. Clay dipilih karena bahan ini bersifat elastis (mudah dibentuk) dan mudah untuk digerakkan. Namun, animasi jenis ini tidak hanya terbatas pada objek berbahan tanah liat saja, kertas, kayu, dan bahan lain pun dapat digunakan dalam animasi jenis ini.
Film "Wallace and Gronit" dan "Chicken Run" karya Nick Parks adalah beberapa contoh stop motion animation. Contoh lainnya adalah "Celebity Death Match" yang ditayangkan oleh MTV, yang menyajikan sindiran-humor dalam perkelahian antarselebritis top dunia.

contoh film dengan SMA

3. Computer Graphic Animation (3D Animation)
proses pembuatan computer graphic animation
Computer graphic animation adalah jenis animasi yang keseluruhan prosesnya dikerjakan dengan media komputer. Animasi ini dapat berupa animasi 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Namun, dalam perkembangannya, computer graphic animation ini telah berevolusi dengan sangat cepat melalui pendekatan 3D yang sangat revolusioner dan bahkan mampu mendakati bentuk objek aslinya (hyperreality) sehingga pada akhirnya, animasi jenis ini menjadi identik dengan animasi 3D (3D animation).
Dengan bantuan komputer, maka seluruh pengerjaan animasi, mulai dari tahap pemodelan hingga hasil akhir (rendering), tidak lagi dikerjakan dengan sketsa tangan manual (konvensional) sehingga keseluruhan proses pembuatan animasi menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Computer graphic animation saat ini dikenal juga dengan istilah Computer Generated Imagery (CGI).
contoh film -film yang menggunakan jenis animasi ini adalah Toy Story, Shrek, Finding Nemo, Monster Inc, Ice Age, The Incredibles, The Cars, Chicken Little, Madagascar, Open Seaseon, Happy Feet, Ratatouille, Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT), Kungfu Panda, Bolt, Wall-E, Final Fantasy: Spirits Within, Final Fantasy VII: Advent Children, Residen Evil: Degeneration, X-Men, Lord of The Rings, Harry Potter, The Matrix, Tomb Rider, Spiderman, Superman, Batman, Narnia, Kingkong, dan lain-lain.
contoh film yg dibuat dengan CGA 3D

READ MORE - Jenis Animasi

Sejarah Animasi

Taukah kalian sejarah Animasi. bagaimana asal mula animasi itu bisa dikenal oleh orang. dan apa itu animasi serta prinsip dasar animasi. banyak hal yang perlu kalian ketahui sebelum lebih jauh belajar tentang animasi, tidak ada salahnya juga kalian tau sejarah animasi, ternyata animasi itu dikenal jauh sebelum kita ada di dunia ini.dan animasi ditemukan oleh beberapa ilmuan seperti Joseph plateau yang menciptakan alat optik yang mampu membuktikan prinsip dasar terbentuknya animasi.
Sejak timbul kesadaran bahwa gambar dapat dipakai sebagai media alternatif komunikasi, timbullah keinginan untuk menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. hal ini dapat dilihat dengan ditemukannya berbagai artefak pada peradaban Mesir kuno, 2.000 tahun sebelum masehi. wah lama juga ya. salah satunya adalah beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose. dalam salah satunya ilustrasi Leonardo da Vinci, dilukiskan anggota tubuh manusia dalam berbagai posisi.
Lukisan Leonardo Davinci

Kartun gerak atau kartun yang sering muncul di layar perak/kaca, lazim disebut sebagai kartun animasi atau film kartun. kartun jenis ini dirintis pertama kali oleh Jean Mary dan Emile Reynaud yang berkebangsaan Perancis dengan sistem praxinoscope pada tahun 1880. kemudian pada tahun 1908, alat itu dikembangkan oleh Emile Cohl, yang juga berkebangsaan perancis, untuk pembuatan sebuah film animasi yang sangat sederhana. Sejarah perkembangan animasi dunia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. 
Cikal bakal perkembangan animasi di Eropa secara dominan dipengaruhi oleh keberadaan komik-komiknya. perkembangan komik yang sedemikian pesat telah melahirkan banyak tokoh-tokoh kartun Eropa yang terkenal, seperti Asetrik dan Obelix, Smurf, Tintin, Johan and Pirlouit, Steven Sterk, Lucky Luke, dan lain-lain.
Di Jepang seperti halnya di Eropa, perkembangan animasi tidak terlepas dari pesatnya perkembangan komik. pemutaran serial animasi TV "Tetsuwan Atom (Astro Boy)" merupakan film animasi pertama yang sukses di jepang. film yang diangkat dari komik populer karya Osamu Tezuka dianggap sebagai pelopor industri animasi Jepang. 
Kisah kepahlawanan dan petualangan robot raksasa mendominasi perkembangan animasi pada tahun 1970-an dan 1980-an. Animasi jepang tidak terlepas dari maraknya dunia komik Jepang (dikenal dengan sebutan manga). sampai pada dekade ini (tahun 2000-an), telah muncul ratusan film-film anime yang sangat populer di seluruh dunia, seperti anime Doraemon, Dragon Ball, Sailormoon, Detectif Conan, Sinchan, Samurai X, Naruto, Slamdunk, Pokemon, Digimon, dan sebagainya.
Tidak dipungkiri jika animasi Jepang (yang dikenal juga dengan sebutan anime) semakin mengokohkan posisinya sebagai animasi paling sukses di dunia, bahkan sebagai pemberi devisa terbesar nomor dua bagi negara Jepang.
READ MORE - Sejarah Animasi

Prinsip Dasar Animasi

Sebelumnya saya telah membahas tentang Apa itu Animasi. Selain pengertian dari animasi, hal yang tidak kalah pentingnya untuk di ketahui sebelum kalian belajar lebih jauh tentang animasi 3D adalah Prinsip Dasar Animasi. Penemuan animasi tidak terlepas dari penemuan prinsip dasar karakter mata manusia, yakni pola pengelihatan yang teratur (Persistence of Vision/proV). jadi apabila kita melihat beberapa gambar diam yang berbeda bentuk secara teratur, maka secara tidak langsung kita akan menyaksikan seolah-olah kumpulan dari gambar itu seperti bergerak, itu dikarenakan prinsip dasar manusia yakni pola pengelihatan yang teratur. contohnya jika kalian punya 10 gambar yang yang sama tetapi ada perbedaan sedikit dari bentuk gambarnya jika kalian lihat satu persatu gambar tersebut secara urut dan cepat, maka seolah-olah gambar tersebut terlihat bergerak.

Tiga tokoh, yaitu Paul Roget, Joseph Plateau, dan Pierre Desvigenes berhasil menciptakan peralatan optik. Dengan peralatan tersebut mereka mampu membuktikan bahwa mata manusia mempunyai kecendrungan untuk menangkap gambar-gambar pada tenggang waktu tertentu sebagai suatu pola gerak.
Prinsipnya seperti kertas-kertas yang bertumpuk (flipbook). Misalnya saja, ketika anda menggambar suatau rangkaian objek pada setumpuk kertas. objek yang anda gambarkan pada tiap-tiap kertas tersebut diubah bentuknya sedikit demi sedikit. kemudian kertas-kertas itu  ditumpuk sedemikian rupa sesuai dengan urutan gambar yang telah dibuat. lalu, pegang dan gerakkan kertas-kertas itu dengan cepat. hasilnya, mata anda akan mnenangkap suatu rangkaian perubahan bentuk sedikit demi sedikit sehingga terlihat bahwa objek yang anda buat seolah-olah menjadi hidup dan bergerak (teranimasi). padahal yang sesungguhnya terjadi adalah gambar objek tersebut tetap diam dan tidak bergerak. Namun, dengan adanya prinsip Persistence of Vision maka suatu gambar yang diekspose atau dimainkan pada tenggang waktu tertentu akan meniumbulkan suatu ilusi gambar yang bergerak, disebut dengan istilah "ilusi kehidupan" (illusion of life).

Dengan kata lain, animasi dapat tercipta dengan menggunakan sekumpulan gambar yang tampilannya berubah sedikit demi sedikit dan digerakkan secara berurutan dengan kecepatan tertentu sehingga menimbulkan kesan gerak pada rentetan gambar yang diam.
READ MORE - Prinsip Dasar Animasi

Apa itu Animasi?

Sebelum membahas lebih jauh tentang animasi 3D kalian harus tau Apa itu Animasi?. jadi sebelum kalian belajar lebih jauh tentang animasi ada baiknya kalian harus tau arti dari animasi itu sendiri. secara umum animasi berasal dari bahasa latin, yakni anima yang artinya 'jiwa';'hidup';nyawa; dan 'semangat'. dalam bahasa inggris, animasi diambil dari kata animate (menjiwai atau menghidupkan) dan animation (semangat atau gelora). animasi dapat didefinisikan dalam beberapa arti yaitu.
Animasi adalah ilusi adanya gerakan yang dicapai dengan menampilkan sederetan gambar secara cepat yang memiliki sedikit perbedaan antara yang satu dengan yang lain (Buletin info Teknologi, Edisi september, Jakarta, Apkomindo, hlm.30).
Animation is the act of animating or state of being animated; state of having life, liveliness, briskness, vivacity. Artinya animasi adalah aksi animasi atau yang dianimasikan; mempunyai kehidupan, kesenangan, ketajaman kegembiraan hidup (Harrap's Reference. Harrap's Dictionarry of arts and artists).
Animasi, adalah seni yang memberikan pengelihatan  gerakan dari suatu objek yang tidak bergerak (Hallas, John & Roger Manvell. 1971. The tecnique of Film Animation. London: The Focal Press).
Animasi adalah bukti teknik yang menyatukan hal kemudahan gerak dari objek yang tidak bergerak (Animation: Basic Titling and Animation for Motion Picture. 1971, p.50).
Secara umum animasi dapat didefinisikan sebagai suatu sequence gambar yang di ekspose pada tenggang waktu tertentu sehingga tercipta sebuah ilusi gambar bergerak (Animator Forum, Roy Adimulyo, 2000).
Animasi adalah seni menggerakkan gambar dengan menggunakan ilusi optik (Majalah Hai, Edisi khusus Film: Aksi Animasi, 2007, halaman 5).
Animasi berarti menghidupkan urutan still images (gambar tidak bergerak) atau teknik memfilmkan susunan gambar atau model untuk menciptakan rangkaian gerakan ilusi. jadi animasi itu dibentuk dari model-model yang dibuat secara grafis yang kemudian digerakkan (Majalah concept, vol.04 Edisi 22, 2008).
Secara umum, animasi dapat didefinisikan sebagai "seni atau teknik membuat hidup dan bergerak suatu objek berupa gambar diam dan tidak bergerak.".
READ MORE - Apa itu Animasi?