Rabu, 26 September 2012

Jenis Animasi 3D

Jenis Animasi 3D dapat dibagi dalam tiga kategori utama, yaitu animasi 3D penuh (full), animasi 3D dan 2D, serta animasi 3D dan live shoot.tapi sebelum kalian mempelajari jenis animasi, ada baiknya kalian mengetahui apa itu animasi 3D, akan tetapi jika kalian sudah tau maka lanjutkan untuk belajar jenis-jenis animasi 3D.
1. Animasi 3D Penuh
Jenis film 3D Penuh
Jenis ini menggunakan animasi objek 3D secara penuh (full). Seluruh tampilan 3D maupun proses pembuatannya menggunakan teknik animasi 3D. Contohnya film animasi Toy Story, Toy Story 2, A Bug's Life, Antz, Shrek 2, Shrek 3, Finding Nemo, Shark Tale, Monster Inc, Ice Age, Ice Age 2, Ice Age 3, The Incredibles, The Cars, The Cars 2, Robots, Chicken Little, Madagascar, Madagascar 2, Over the hedge, Open Season, Open Season 2, The Wild, Happy Feet, Surf Up, Ratatouille, Meet the Robinsons, Teenage Mutant Ninja Turtle (TMNT), Monster House, Horton Hears a Who, Bee Movie, Kungfu Panda, Kungfu Panda 2, Bolt, Wall-E, Final Fantasy: Spirits Within, Final Fantasy VII: Advent Children, Residen Evil: Degeneration, dan lain-lain.


2. Animasi 3D dan 2D
Jenis film 3D dan 2D
Jenis animasi ini merupakan penggabungan antara animasi 3D dengan animasi 2D. Biasanya tokoh atau karakter animasinya berupa animasi 2D dengan latar belakang (background) maupun peralatan, serta propertinya menggunakan animasi 3D. Ini dilakukan untuk mempermudah proses pembuatan animasi karena pembuatan karakter 3D memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dan proses yang lebih mendetail dibandingkan dengan karakter 2D. Contohnya adalah film animasi Titan A.E, Brother Bear, dan lain-lain.








3. Animasi 3D dan Live Shoot
Jenis film 3D dan Live shoot
Jenis animasi ini menggabungkan antara animasi 3D dengan syuting langsung (live shoot). Animasi jenis ini banyak diterapkan pada film-film Hollywood, misalnya film Titanic, Jurasic Park, Star Wars, Stuart Little, Lord of The Ring, Harry Potter, The Matrix, Fantastic Four, Spiderman, Kingkong, Narnia, Garfield, Hulk, Superman, dan lain-lain. Teknologi ini digunakan untuk membuat film dengan adegan yang rumit, yang tidak mungkin, dan bahkan yang mustahil dilakukan dalam kondisi yang sebenarnya (nyata). Dengan teknik ini, biaya produksi juga dapat dihemat dan proses produksi juga tidak memakan waktu yang lama, Dengan demikian, para sineas maupun pencipta film dapat berkreasi setinggi bahkan seliar mungkin untuk membuat film-film yang berkualitas, menarik, dan menjadi box office dunia. 

1 komentar: